vita's posts with tag: hobi unik

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hobi unik
Review31. KARTU TELEPON TETAP DIGEMARIOct 29, '07 12:58 AM
for everyone
Category:Other
Meskipun gaung penggemar kartu telepon tidak seramai tahun 2000-an, tetapi sampai sekarang peminat kartu prabayar ini masih banyak.

Tidak seperti kolektor prangko yang sudah mempunyai organisasi dari tingkat global, regional, nasional dan internasional, wadah resmi pecinta kartu telepon sampai saat ini belum ada.

Demikian juga dengan pembuatan katalog kartu telpon yang menghimpun seluruh kartu prabayar yang pernah diterbitkan dari seluruh penyedia jaringan seluler yang ada di Indonesia. Inilah yang menjadi salah satu sebab penggemar kartu telepon masih mencari sendiri informasi penerbitan melalui situs situs penyedia jaringan telepon seluler, iklan-iklan di media cetak dan elektronik.

Belum ada album kartu telepon
Sebagai media penyimpan kolektor menggunakan album kartu nama yang memang ukurannya pas dan sesuai dengan ukuran kartu telepon.

Seperti Jusuf Kadir yang menyusun buku panduan koleksi kartu Simpati dan kartu As Telkomsel 2006, merupakan katalog kartu telepon ke-12 yang disusun sejak 1993. Katalog ini menampilkan edisi reguler dan voucher perdana.

Tiap kartu tampak muka dan tampak belakang dengan mencantumkan nomor katalog, jumlah cetak, nilai nominal, tanggal terbit, deskripsi, harga baru dan harga bekas.

Ada macam-macam tema kartu telepon yang ditampilkan seperti tema pariwisata, kepedulian sosial, sejarah, kebudayaan dan sebagainya. Kartu telepon edisi Reza Bukan dicetak oleh tiga pencetak yaitu Pura, Sumber Alam Primadona Lestari (SAPL) dan Gemplus dengan jumlah cetak 200.000.

Edisi kain antik Nusantara menampilkan kain dari Aceh, Bali, Bengkulu, Cirebon, Kalimantan, Lampung, Pekalongan, Sumatera Utara, Sumbawa, Timor, Toraja dengan jumlah cetak masing masing 200.000 yang diterbitkan pada Agustus 2006 kecuali dari Timor yang terbit September 2006. Di balik kartu seri tersebut tercantum data-data kain seperti bahan, ukuran, tahun pembuatan dan motif.

Dari keterangan dalam katalog, disebutkan bahwa ada satu kartu yang dianggap hot card yang menggambarkan anggur. Jumlah cetaknya 100.000 yang terbit Juli 2006. Harga bekas dalam katalog menca- pai Rp 15.000 dengan nilai nominal (harga baru) Rp 50.000.

"Sebagai catatan tambahan, kartu telepon yang menampilkan Anggun C.Sasmi saya pungut di jalan. Walaupun saya tidak menggemari kartu kartu telepon, namun ketika saya menemukan kartu kartu ini tergeletak, saya tak segan mengambil jika kondisinya masih baik. Berdasarkan pengalaman saya banyak pemakai kar- tu telepon prabayar yang membuang benda ini setelah selesai mengisi pulsa," katanya.

Edisi Terbatas

Selain Telkomsel, Indosat juga mengeluarkan voucher seri Fantastic 4: Rise of the silver surfer dengan jumlah 6 kartu (edisi terbatas) seri Pirates of the Caribbean dengan nominal Rp 10.000 berjumlah empat kartu dan nominal Rp 25.000 berjumlah satu kartu.

Selain itu juga menerbitkan voucher Mentari nominal Rp 10.000 dan Rp 25.000 yang menampilkan gambar dari hasil lukisan anak-anak di Bali dalam lomba lukis Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals) yang diselenggarakan UNDP pada 2006

Sekitar tahun 1990-an warung telepon (wartel) masih jarang, kalaupun ada jarak antara satu wartel dengan wartel lain sangat jauh. Pilihan lain selain wartel adalah telepon umum koin yang hanya bisa dipakai untuk telepon lokal.

Ketika Telkom mengelurkan kartu telepon umum magnetik (KTUM) yang dijual berdasarkan unit; 20, 50, 75, 100, 125, 140 dan 280 unit. KTUM ini ada yang tergolong istimewa karena ada cetak tindih pulsa baru "100 unit" dari pulsa lama sebanyak 280 unit.

Tema yang ditampilkan beragam seperti flora fauna, pemandangan alam dan lain lain. Kelemahan kartu ini jika tertelan di dalam kotak telepon sulit untuk keluar. Kelemahan lain jika KTUM sering dipakai apalagi jika tidak hati-hati, permukaannya akan tergores akibat gesekan. KTUM ini bisa dipakai untuk SLJJ tergantung dari jumlah unit yang dibeli. *****

Suara Pembaruan, 29 Juli 2007


Review26. JANGAN BUANG KARCIS ANDAOct 4, '07 3:02 AM
for everyone
Category:Other
Mengoleksi benda tertentu termasuk hobi yang mengasyikkan. Apa pun benda itu. Bisa jadi benda yang dipandang remeh oleh seseorang, justru menarik dikoleksi oleh orang lain. Salah satunya karcis.

Apa yang menarik dari sesobek karcis? Susah untuk dijawab. Untuk saat ini bisa jadi belum begitu berharga. Namun, suatu hari mungkin dapat digunakan sebagai referensi perbandingan harga, selain bisa menjadi saksi perjalanan sebuah budaya atau malah bagian dari catatan sejarah suatu bangsa.

Saya sendiri iseng-iseng mengumpulkan karcis dan memang ada sesuatu yang menarik pada sesobek karcis itu. Saat masuk terminal, kita harus membeli karcis peron di loket. Ada yang bernama ’retribusi ruang tunggu penumpang dan pengunjung’ atau ’karcis retribusi masuk terminal’. Pada karcis itu tertulis nama daerah yang mengeluarkan, peraturan daerah yang melatarbelakangi, nomor seri, serta harga.

Karcis bus kota dan bus antar kota antar propinsi (AKAP) diperoleh dari kondektur. Masing-masing dengan tarif patas (cepat terbatas) dan tarif biasa. Pada karcis bus AKAP tertera nama dan alamat perusahaan otobus. Tiap kota yang dilewati dari terminal asal sampai terminal tujuan tertulis di atas karcis. Kondektur tinggal mencoret kota asal naiknya penumpang dan kota tujuan. Karcis atau tiket semacam ini mudah didapat dan kolektor dapat mengumpulkan dari bermacam perusahaan otobus.

Masih banyak tiket semacam itu yang dapat dikoleksi, misalnya saja karcis masuk lokasi wisata, karcis penyeberangan feri, atau karcis kereta api (ada yang berbentuk seperti kartu domino).

Karcis-karcis itu umumnya beredar secara terbatas. Berbeda dengan prangko yang tersebar secara nasional. Karena itu tantangan mengoleksinya lebih besar. Tertarik? *****


(Intisari, Desember 2004)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help