vita's posts with tag: wisata budaya

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag wisata budaya
Review38. MEMBERDAYAKAN MUSEUM, JELAJAH KOTA LAMAJan 15, '08 11:41 PM
for everyone
Category:Other
Acaranya jalan-jalan ke museum, mengunjungi perkampungan tua dan kota tua, menyusuri tempat bersejarah, serta napak tilas para pejuang dengan kendaraan tradisional seperti andong dan becak. Museum sepi pengunjung. Ah, ini berita basi. Berapa sih orang yang mau menghabiskan liburan dengan mengunjungi museum? Tempat wisata dan pusat perbelanjaan menjadi pilihan utama.
Benda tua yang tak berharga, begitu banyak orang mengomentari isi museum.

Tetapi justru dari barang yang “tak berharga” ini peradaban manusia dimulai. Berdirinya bangunan kuno seperti candi yang mengabadikan sejarah panjang dan menyimpan sejuta peristiwa, peninggalan benda hasil kebudayaan dari tangan terampil nenek moyang dan sejumlah kampung tua yang masih tersisa menjadi bukti betapa beradabnya kita.

Ada banyak hal sehingga pusat pendidikan sejarah ini menjadi dijauhi. Kesan museum sebagai tempat menyimpan benda bersejarah dengan gedung tua yang kurang terawat lebih menonjol. Andai ada yang sungguh-sungguh mau membenahi, museum ini bisa menjadi tempat menyenangkan.

Untuk itu perlu pembenahan dengan menata kembali koleksi benda bersejarah dengan penataan yang apik dan artistik, tentu dengan memperhatikan faktor keamanannya. Pengunjung juga harus mendapatkan informasi lengkap dari pemandu maupun brosur agar ketika pulang, pengunjung membawa kesan yang mendalam dan pengetahuan baru.

Dengan bantuan pihak ketiga, misalnya dari pakar atau pecinta sejarah, pihak museum dapat membuat acara yang menarik dengan memadukan unsur hiburan, pameran, dan pendidikan. Bisa dengan membentuk satu kelompok atau komunitas yang terdiri dari pecinta sejarah dan masyarakat umum yang berminat dengan rentang usia tak terbatas. Kegiatannya dengan melakukan jalan-jalan ke museum, mengunjungi perkampungan tua dan kota tua, menyusuri tempat bersejarah, serta napak tilas para pejuang dengan kendaraan tradisional seperti andong dan becak. Kegiatan tersebut dipandu seorang pakar atau pecinta sejarah yang benar-benar paham dengan objek wisata yang dikunjungi.

Selain memperoleh penjelasan lisan, peserta memperoleh panduan mengenai tempat bersejarah yang dikunjungi. Sebagai pelengkap, ada baiknya diperlihatkan foto-foto bangunan tua dan lokasi sejarah yang betul-betul diambil pada zaman dulu. Dengan foto-foto otentik itu peserta dapat membandingkan perubahan apa saja yang terjadi di sekitarnya. Untuk selingan pemandu mengadakan kuis dengan materi yang berkaitan dengan perjalanan wisata sejarah saat kegiatan berlangsung. Hadiahnya bisa berupa reproduksi foto atau gambar-gambar bangunan bersejarah tempo dulu atau sejenisnya. Foto-foto ini dapat menjadi awal koleksi yang menarik untuk menggali rasa ingin tahu yang lebih dalam sehingga menumbuhkan keinginan untuk menyusuri wisata sejarah lain.

Surat kabar dapat menjadi ujung pena yang ampuh untuk memaparkan nostalgia masa lampau. Rubrik khusus perlu disediakan secara teratur untuk menuliskan kembali perjalanan sejarah dan budaya masyarakat lokal tempo dulu. Tulisan-tulisan tersebut sekaligus menambah wawasan pengetahuan pembaca yang ingin tahu keadaan suatu kota pada zaman dulu.

Dengan dibentuk komunitas sejarah melalui kegiatan wisata sejarah yang menyenangkan, menghibur, dan mendidik diharapkan mampu menularkan hobi ini kepada orang lain sehingga melahirkan komunitas sejenis lebih banyak lagi. Selain memperoleh pengetahuan tambahan dan berbagi informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan arkeologi, sejarah, budaya dan seni, mereka dapat menyaksikan kemegahan dan kekokohan bangunan kuno dan tempat-tempat bersejarah. ***

Surya, 11 Januari 2008



Review24. CANDI BADUTOct 4, '07 2:56 AM
for everyone
Category:Other
Apabila kalian suka dengan wisata sejarah, dating saja ke Dukuh Badut, desa Karangwidodo, Malang. Di sana terdapat Candi Badut, salah satu candi yang ada diKabupaten Malang sebagai bukti kejayaan masa lalu.

Untuk sampai ke lokasi sangat mudah karena mikrolet (angkutan umum) dari terminal Arjosari jurusan Tidar mangkal di dekat situ, tak jauh dari perumahan Badut Permai.

Candi Badut ditemukan secara kebetulan tahun 1921. Orang pertama yang melaporkan keberadaan candi adalah Maurenbrecher yang menjabat kontrolir B.B. (pamong praja pada masa kolonial) di Malang. Saat itu candi Badut tertutup tumbuhan yang lebat. Penggalian dan penyelidikan dimulai tahun 1925 dan berakhir tahun 1926 dengan usaha-usaha pembinaan kembali.

Dalam keadaan asalnya Candi Badut dikelilingi oleh pagar tembok dan tiga candi perwara kecil di bagian muka yang semuanya sudah hilang, yang ada hanya bekas alasnya. Selain itu terdapat arca yang menurut kebiasaan susunan candi yaitu utara Durga Mahisasuramarni, timur Ganeca, selatan Ciwa Guru, Kala Nandicwara, dan Lingga. Yang ada aat ini tinggal arca Durga dan Ciwa Guru, sedangkan arca lain sudah lenyap. Dalam kamar induk terdapat yoni. Atap candi Badut tidak bisa dibangun kembali karena banyak batu yang hilang.

Ada tanda-tanda khusus yang menunjukkan bahwa candi ini termasuk salah satu candi tertua di Jawa dengan adanya ragam hias dalam candi Badut berupa hiasan kala makara pada pintu gerbang. Gayanya serupa dengan candi-candi di Jawa Tengah, hiasan kala tidak memakai rahang bawah, berbeda seperti umumnya terdapat pada candi di Jawa Timur. Hiasan Kinnara dan Kinnari pada tangga candi, beupa hiasan berbentuk kepala manusia bertubuh burung. Hiasan bunga pada dinding candi yang serupa dengan candi Kalasan dan candiSewu di Jawa Tengah. Tidak ada relief atau hiasan lain pada dinding candi yang bercerita tentang candi Badut.

Ditinjau dari gaya bangunan candi ada kesamaan gaya bangunan candi di Jawa Temgah terutama dengan kompleks Candi Dieng. Satu, antara kamar induk candidan bagian mukadihubungkan dengan serambi panjang yang tertutup. Dua, luas kamar induk berukuran tembok 3.53 dan 3.67m (candi di Jawa Timur mempunyai ukuran yang lebih kecil). Tiga, terdapat susunan yang simetris dari denah candi yang sesuai dengan candi di Jawa Tengah. Empat, susunan alas candi Badut bentuknya sederhana dan tinggi.

Ada satu hal yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan karena belum ada bukti yang jelas. Pada abad delapan terdapat sebuah kerajaan bernama Kanjuruhan yang pusatnya di sekitar Malang dan berdiri sendri. Rajanya bijaksana bernama Devasimha yang mempunyai seorang putra bernama Gajayana. Gajayana mempunyai seorang putri bernama Uttijana. Raja Gajayana membuat sebuah candi untuk sang Maharsi (Agatsya) yang dihormati dan dipuja dalam bentuk patung yang ditempatkan dalam sebuah candi (mungkin candi Badut sekarang). Satu hal yang diakai untuk menghubungkan candi Badut dengan kerajaan Kanjuruhan adalah Badut.

Menurut prasasti Dinoyo, Raja Gajayana juga bernama Liswa dalam bahasa Sansekerta berarti badut (pelawak_. Keistimewaan prasasti Dinoyo ditulis dalam bahasa Sansekerta atau Jawa kuno, bukan lagi huruf Pallawa dan angka tahunnya disusun dalam bentuk Condra Sangkala yang berbunyi : Nayana Vasurasa = 628 saka = 760M. Prasasti ini memegang peranan terbesar dalam sumber sejarah adanya sebuah kerajaan besar Kanjuruhan yang pernah ada di Nalang selain candi Badut, candi Besuki (hanya tinggal alasnya dan sebuah arca Agtsya, terletak dekat candi Badut), dan penemuan arca-arca setempat. *****


(Majalah Sahabat Pena no. 385, Nopember 2003)




Review23. AGROWISATA KE KEBUN APEL BATUOct 4, '07 2:54 AM
for everyone
Category:Other
Anda tentu tahu dengan julukan kota dingin Malang yang terkenal dengan sebutan kota apel. Salah satu objek wisata kebun apel terletak di bukit Panderman Batu yang berjarak sekitar 20km dari Malang.

Jangan kaget bila memasuki kota Batu tepatnya di alun-alun ada sebuah apel raksasa terpampang di sebuah taman bundar sebagai simbol bahwa Malang mempunyai keistimewaan dengan hasil kebun apel khususnya apel manalagi yang hanya terdapat di sini.

Lokasi kebun apel berada di Kusuma Agrowisata di jalan Abdul Gani Atas. Kawasan ini merupakan perpaduan antara wisata apel dan hotel serta penginapan semacam bungalow mini berdinding kayu sebagai tempat peristirahatan keluarga dengan suguhan panorama alam yang indah di sekelilingnya sehingga mudah bagi wisatawan yang datang dari luar kota untuk menginap.
Untuk memasuki arela kebun apel seluas 10 hektar pihak pengelola menyediakan seorang pemandu. Di sini tersedia enam paket wisata kebun yang bisa dipilih. Paket 1 @Rp. 7.500 dengan rombongan minimal 20 orang akan memperoleh fasilitas berupa petik 2 buah apel dan memperoleh sari buah apel. Paket-paket selanjutnya dengan biaya berbedauntuk dewasa dan anak dengan fasilitas tetap berwisata dan memetik 2 buah apel dan memperoleh sari buah apel serta fasilitas tambahan tergantung jenis paket yang diambil.

Kebun apel di sini tidak mengenal musim karena diatur per blok agar tetap produktif. Ada tiga jenis apel yang ditanam yaitu apel Rome Beauty, apel Ana dan apel Manalagi. Ciri-ciri apel Rome Beauty berwarna dominan merah sedikit warna kuning hujau, buahnya bulat, rasanya asam manis dan daging buah agak keras. Apel Ana buahnya lonjong berwarna merah hijau kuning, rasanya asam dengan daging buah renyah. Apel Manalagi berwarna hijau kekuningan, buahnya bulat, berasa manis, dagingnya keras namun garing.

Penanaman dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan pembibitan yang membutuhkan waktu selama 2 tahun, stek batang di mana batang anakan diambil dari pohon apel luar (jenisnya sembarang), dan okulasi yang ditempelkan dari pohon yang seang berbuah. Salah satu perawatan terhadap pohon apel adalah penelungan. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan mata tunas, memperlambat pertumbuhan pohon agar tidak tinggi dan agar semua batang/cabang memperoleh sinar matahari secara merata. Untuk mepercepat pembuahan daun harus dirompes (digugurkan) secara buatan dengan tangan yang dipetik setelah panen. Dalam jangka waktu satu bulan akan tumbuh bunga lagi.

Untuk mempermudah pengunjung menikmati wisata kebun tersedia jalan paving yang mengitari seluruh kebun. Sebagai selingan terdapat berbagaimacam hewan dalam kandang seperti rusa, kangguru tanah, ayam Italia, dan hewan-hewan lainnya yang bisa disaksikan di dalam areal.

Selain apel, dalam blok kebun lain ditanam buah jeruk dengan luas areal 2.8 hektar. Ada jeruk Valensia yang berasal dari Spanyol dengan rasa asam manis, jeruk Jova/Israel yang rasanya manis. Pemetikan buah jeruk dilakukan hanya satu kali dam setahun antara bulan Juni-Juli.

Masih di areal kebun terdapat sebuah kebun bungga seluas kurang dari 1 hektar. Ada 56 macam bunga lokal dan luar (lebih banyak bunga lokal) yang bisa dilihat atau dibeli. Bunga daun ekor tupai, daun perak, dan dahlia merupakan sebagian kecil bunga yang ditanam di sini. Kebun bunga ini disebut greenhouse yang beoperasi mulai Nopember 1997.

Sebuah toko cendera mata mini dan kedai tersedia di sini. Daftar menu prasmanan dan kedai apel disajikan dalam bentuk 3 paket pilihan dengan harga yang bervariasi.

Selain kebun apel dan jeruk ada kebun buah strawberry dan sayur seluas 2 hektar yang dibuka tahun 1997. Yang tak kalah menarik tersedia wisata kebun kopi yang bisa dinikmati sambil menunggang kuda (bila mau) yang tersedia dalam 3 paket pilihan A,B, dan C.

Bila ingin membawa oleh-oleh buah apel untuk keluarga di rumah, sebelum pintu ke luar kebun apel tersedia berbagai macam apel yang ditimbang lalu bayar sesuai dengan tarif yang berlaku. *****



(Majalah Sahabat Pena no. 376, Februari 2003)



Review20. SAKSI BISU MALANG TEMPO DULUOct 3, '07 10:16 PM
for everyone
Category:Other
Kota Malang yang berhawa sejuk menjadikan kota ini lebih ramai di akhir pekan, cocok sebagai tempat peristirahatan karena letaknya yang berada di kaki Gunung Kawi. Selain hawanya yang sejuk banyak bangunan peninggalan colonial Belanda yang menjadi saksi bisu perkembangan kota ini dari masa ke masa. Berdasarkan bukti sejarah yang pernah ditemukan di daerah Malang telah berkembang sejak tahun 700-an.

Awal tahun 1900-an Malang maih merupakan sebuah kota kabupaten yang kecil di pedalaman. Saat itu Malang masih merupakan bagian dari Karesidenan Pasuruan. Setelah ditetapkan sebagai gemente (kotamadya) tahun 1914 berdasarkan staadsblad no. 297 barulah Malang mulai berkembang pesat sehingga 1 April 1914 ditetapkan sebagai berdirinya kotamadya Malang.

Tata kota
Berjalan-jalan di seputar kota menimbulkan kesan yang mendalam menyaksikan bangunan-bangunan tua yang berdiri kokoh dengan cirri khas arsitektur colonial Belanda. Satu-satunya perencana kota zaman colonial antara 1914-1940 adalah Ir. Herman Thomas Karsten dan salah satu karyanya terwujud dalam perencanaan kota Malang.

Perencanaan perluasan kota Malang dijabarkan melalui Bouwplan I-VIII yang mulai dilaksanakan 18 Mei 1917. Dimulai dengan dibangunnya perumahan baru untuk golongan orang Eropa disebut daerah Oranjebruut yang memakai nama-nama jalan ari anggota keluarga kerajaan Belanda seperti Wilhelmina straat (sekarang jl. dr. Cipto), Emma straat (jl. dr. Soetomo) dan lain-lain. Daerah ini mulai dihuni 21 Februari 1918.

Bouwplan II dituangkan dalam perluasan kota di daerah yang dinamakan Gouverneur-Generaalbuurt dengan sebutan Alun-alun Bunder dengan kolam air mancur di tengahnya. Tugu berdiri tahun 1950-an dan diresmikan oleh presiden Soekarno. Alun-alun Bunder dinamakan J.P. Coen Plein yang sekarang disebut alun-alun tugu. Jalan-jalannya memakai nama jalan gubernur jenderal Hindia Belanda yang terkenal seperti Van Imhoff straat (sekarang jl. Gajahmada), Roebeck straat (jl. Kahuripan), Maetsuucker straat (jl. Tumapel), dan lain-lain.

Bouwplan V dimulai tahun 1924/1925. Untuk menghindari bentuk kota yang memanjang menjauhi pusat kota direncanakan jalur jalan utama yang kuat dari arah timur ke barat. Jalan tersebut dimulai dari stasiun kereta api terus ke arah Daendels boulevard (sekarang jl. Kertanegara) memotong jl. Kayoetangan terus ke timur ke jl. Semeroe dan berakhir di Semeroe Park. Dari sinilah bisa dilihat gunung Kawi sebagai focalpoint yang bagus (kini terhalang oleh museum Brawijaya).

Jalan utama adalah jl. Ijen yang membujur ke arah utara-selatan yang kelak menjadi ciri khas kota Malang. Yang boleh didirikan di sini hanya tipe vila saja. Ada pemisahan yang jelas antara kendaraan dan pejalan kaki. Tiap perpotongan jalan dibuat taman.

Dalam perluasan kota tahap ini dibangun taman olah raga di jl. Semeroe (kini stadion Gajayana) terdiri dari stadion, lapangan hoki, lapangan sepak bola, lapangan tenis dengan sebuah club house an kolam renang.

Bouwplan lainnya termasuk daerah Eilandenbuurt (daerah pulau-pulau) dengan nama pulau di nusantara seperti Lombok weg (kini jl. Lombok), Soemba weg (jl. Sumba), Java weg (jl. Jawa), dan sebagainya. Selain itu daerah industri diperluas di bagian utara kota di daerah Blimbing.


Bangunan tua
Salah satu alasan mengapa banyak turis yang berkunjung ke Malang karena di sini banyak bangunan tua sebagai saksi sejarah kejayaan masa penjajahan Belanda. Turis-turis yang berusia lanjut berjalan kaki mengenang masa lalu melihat gedung-gedung tua yang masih tegak berdiri.

Sampai tahun 1914 yaitu sebelum perencanaan pembangunan kota dimulai fasilitas-fasilitas seperti pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan, pemerintahan, dan transportasi serta sarana kota dibangun dan sampai saat ini ada yang masih terawat dengan baik.

Gedung Zusterschool dan Fraterschool di jalan Tjelaket (kini menjadi sekolah Katholik), Gereja Hati Kudus Yesus di jalan Kajoetangan (sekarang jl. Basuki Rahmat) didirikan tahun 1905. Gereja terbesar kedua yaitu Gereja Santa Theresia (Theresiakerk) dibangun tahun 1936 yang letaknya di depan Boeringplain (taman Boering). Tempat peribadatan Islam terbesar adalah masjid Jami yang berdiri tahun 1875 di sebelah barat alun-alun. Tempat peribadatan untuk orang Cina di Klenteng Toa Pek Kong di Klentengstraat (jl. Laksamana Martadinata).

Bangunan Javasche Bank (Bank Indonesia) didirikan tahun 1914 di sebelah utara alun-alun. Bangunan Palace Hotel (kini Hotel Pelangi) ada di sebelah selatan alun-alun.

Karena Malang sebagai kota Garnizoen dengan pusatnya di sebelah timur Rampal maka didirikan rumah sakit militer di Klojenlor yang sekarang menjadi rumah sakit umum. Untuk karyawan perkebunan ada Malangsche Ziekenverpleging di daerha Rampal, yang kini menjadi rumah sakit Lavalette. Sedangkan rumah sakit Katholik yaitu RKZ terletak di Sawahan.

Tahun 1926 timbul gagasan untuk mendirikan balai kota Malang melalui sayembara perencanaan balai kota yang lokasinya sudah ditetapkan yaitu di daerah lapangan J.P. Coen. Pada Nopember 1929 gedung baru tersebut dipakai dan yang pertama kali menempati adalah wali kota Malang kedua pengganti H. Bussemaker yaitu Ir. E.A. Voorneman.

Jaringan kereta api yang menghubungkan Surabaya, Malang dan Pasuruan diresmikan 16 Mei 1878. Selain itu dibuat jalan raya antara Malang dengan Blitar dan Kediri. Rel trem juga dibangun.

Kenangan tak terlupakan
Banyak turis yang datang ke Malang sekedar mengenang masa lalu yang punya kaitan historis yang erat dengan kota ini. Mungkin mereka mengenang nenek moyang, orang tua, atau masa kecil mereka. Sepanjang jalan Ijen menjadi tempat favorit turis yang menyusuri pedestrian dengan pohon palem yang tak pernah berganti sejak pertama kali ditanam tahun 1925-an menemani mereka sepanjang jalan kenangan.

Tempat penginapan yang zaman dulu terkenal nyaris tak pernah berubah sampai sekarang yaitu Splendid Inn di sekitar alun-alun bunder. Sedangkan tempat makan favorit yang cukup tua bangunannya nyaris tak berubah meskipun gedung-gedung sekitar megah berdiri adalah Toko Oen yang telah beroperasi sejak 1930. makanan Eropa, oriental, Indonesia lengkap di tempat ini selain es krim, patissier, dan fresh fruit juice. Yang unik di kedai ini tersedia kue-kue klasik dengan wadah toples kaca besar.

Makanan kota Malang yang terkenal adalah oskab ngalam yang artinya bakso Malang, yang terkenal dengan bahasa balikan. Kera-kera ngalam (arek-arek Malang) yang disebut aremania merupakan pendukung setia kesebelasan Persema. *****


(Majalah Sahabat Pena no. 359, September 2001)




Category:Other
Nama Soroako bagi orang awam mungkin masih terasa asing didengar. Dalam peta tempat tersebut hanyalah merupakan sebuah daerah kecil di tepi dauanu Matano. Masih termasuk dalam wilayah Sulawesi Selatan tepatnya berada di kecamatan Nuha, kabupaten Luwu, berbataan dengan Sulawesi Tengah.

Begitu memasuki kawasan ini terasa hawa dingin menusuk tulang. Sapuan kabut tipis yang tersisa mulai tersingkir seiring dengan terbitnya mentari yang menyeruak menyapa alam raya. Nyanyian burung-burung dan celoteh hewa-hewan hutan yang riang gembira turut menyambut datangnya mentari pagi.

Soroako. Begitulah suasana yangt terjadi sehari-hari di daerah ini. Meskipun terpencil jauh di pedalaman namun dari tempat yang kecil inilah tersimpan kekayaan alam yang besar. Sebuah pertambangan yang dikelola oleh P.T. INCO telah menghasilkan berton-ton biji nikel yang telah diekspor ke manca negara.

Di samping potensi alamnya tersimpan wisata alam lain berupa wisata bahari yang cukup mempesona. Sebuah danau yang membentang luas dengan airnya yang bersinar biru keperak-perakan ditimpa sinar mentari.Masyarakat di sekitarnya lebih akrab dengan sebutan danau Matano dan bukan danau Matana seperti tertulis dalam peta.

Sebenarnya ada dua danau lain yang bersebelahan dengan danau Matano yaitu danau Mahalona yang lebih kecil dari danau Matano. Di sebelahnya terdapat danau yang paling besar dan luas dibandingkan dua danau lain yaitu danau Towuti. Tetapi yang paling dalam adalah danau Matano. Uniknya di danau ini hidup ikan Betibi yang konon hanya ada di danau Matano.

Letak danau ini tak jauh dari perumahan karyawan berbentuk rumah panggung yang dibangun perusahaan. Dapat dikatakan bahwa setiap saat kita dapat memandang biru dan beningnya air danau Matano hanya dari rumah. Untuk sampai ke tempat wisata ini cukup dengan berjalan kaki.

Biasanya untuk melepas lelah dan ketegangan bagi karyawan yang seharian bekerja atau untuk masyarakat di sekitarnya yang ingin sedikit santai maka rekreasi air inilah yang dimanfaatkan. Dengan berenang atau hanya sekedar duduk menyentuh hangatnya air danau sambil melihat pemandangan di sekitarnya berupa panorama alam yang hijau berupa pegunungan yang mengelilingi danau menyegarkan mata .Atau melihat penduduk asli perkampungan Soroako yang lalu lalang mengantarkan hasil bumi mereka menuju sebuah desa di sebelah utara danau Matano bernama Nuha. Mereka mengangkutnya dengan perahu bercadik yang dilengkapi dengan mesin yang disebut katinting. Suatu perpaduan kebudayaan tradisional dengan sentuhan modern.

Dari desa Nuha, menjadi jalan pintas untuk sampai ke Sulawesi Tengah. Di sebelah barat di ujung danau Matano ada desa kecil yang bernama sama dengan nama anau.

Sudah menjadi hal umum bahwa di daerah ini anak-anak kecil sudah pandai berenang. Dengan lincahnya mereka berenang sepanjang 50m dari satu papan ke ujung papan lain yang memang khusus dibangun. Memang, berenang merupakan olah raga air yang menjadi salah satu olah raga wajib yang diikuti SD hingga SMU.

Selain berenang, sarana olah raga air lain seperti sepeda air dan selancar angin telah tersedia. Khusus untuk selancar angin ada sebuah perkumpulan yang menghimpun anggota-anggotanya yang menggemari olah raga air ini. Perkumpulan tersebut bernama MYC (Matano Yacht Club). Dulu bahkan ada ski air dan speed boat.

Jika bosan dengan kedua jenis olah raga air seperti yang telah disebutkan di atas masih terdapat wisata bahari lain yang tak kalah menarik dan tak memerlukan energi lebih untuk melakukannya. Apabila suka, kita dapat menyusuri danau matano dengan raft, katinting, atau perahu bermotor berkekuatan 16PK.

Tak terasa sinar mentarimulai meredup seakan hendak berpamitan pada mayapada untuk menuju peraduannya. Danau Matano bagaikan sebuah mangkuk raksasa berisi air yang dikelilingi oleh pegunungan Verbeek, semakin lama semakin hilang dari pandangan mata ditelan gelapnya malam. Alam kembali sunyi dan hening. *****


(Majalah Sahabat Pena no. 356, Juni 2001)



Category:Other
Kabupaten Tana Toraja (Tator) terletak di atas ketinggian antara 800-1000m di atas permukaan laut. Karena itu daerah ini termasuk daerah yang berhawa dingin. Selain itu lingkungan alam di Tana Toraja berbukit dan bergunung karang. Namun demikian tanahnya sebur sehinggabanyak dimanfaatkan sebagai tanah persawahan dan perkebunan. Teletak kurang lebih 300km ke arah utara dari Makassar dan termasuk salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan.

Lemo
Lemo terletak kurang lebih 1km dari jalan utama Makale Rantepao. Di tempat ini jenazah dimakamkan pada dinding terjal di dalam batu-batu karang. Liang batu ini dipahat di dalam batu-batu karang yang tingginya karang berpuluh meter di atas tanah. Kenyataan inilah yang memberi inspirasi kepada Prof. Dr. J.H. Van Derveen, seorang ahli bahasa dan kebudayaan Toraja untuk menamakan kuburan semacam ini dengan sebutan Hanging Grave artinya kuburan tergantung karena kuburan-kuburan itu menjulang tinggi seolah-olah tergantung di udara. Liang batu jenis ini tersebar di desa-desa di seluruh Tana Toraja.

Untuk menaikkan jenazah sampai di pintu liang digunakan tangga dari bambu betung yang disambung-sambung. Selesai pemakaman tangga dibongkar kembali. Di lain tempat di daerah ini orang menggunakan cara berbeda. Dengan menggunakan tali-tali kulit kerbau yang sudah dikeringkan, jenazah bersama dengan empat orang yang akan menguburkan jenazah diulur dari atas puncak gunung batu ke bawah sampai di pintu liang batu.

Mengapa orang-orang Toraja menguburkan jenazah di atas gunung batu terjal dan tinggi yang sulit dijangkau? Apakah tradisi semacam ini sudah terjadi sejak zaman purba? Sebenarnya tidak. Di zaman purba orang Toraja menguburkan jenazah di dalam liang kayu yang disebut erong atau duni. Tradisi menguburkan jenazah ke dalam liang-liang batu yang tinggi baru dilaksanakan di sekitar permulaan abad 19, demikian Dr. C. Salombe, seorang putra dari daerah itu yang mencapai gelar doktor bahasa di Universitas Indonesia tahun 1978.

Di dalam bukunya ”The Torajanese and their rites, in memorium So’ Rinding Puang Sangalla” mengatakan bahwa ketika terjadi penyerangan orang-orang luar ke daerah itu maka mereka tak segan-segan merampok benda-benda berharga yang dimasukkan bersama jenazah ke dalam liang erong yang hanya ditempatkan di gua-gua ciptaan alam di kaki gunung batu. Untuk menjawab tantangan ni rupanya orang Toraja mulai memahat liangliang leluhur pada dinding batu.

Pada masa sekarang ini hampir dapat dihitung dengan jari, jenazah yang dikuburkan di liang batu. Dengan berkembang pesatnya agama monoteisme dibarengi engan pesatnya perkembangan pendidikan maka dalam waktu 40 tahun terakhir di mana-mana hampir terlihat jenazah dikuburkan di dalam tanah. Namun demikian bagi keluarga yang mampu, mereka membangun kuburan Patane suatu kuburan keluarga yang terbuat dari beton.

Londa
Salah satu dari sekian banyak bjek wisata yang menarik adalah Londa yang letaknya di desa Tikunna Malenong, 5km dari kota Rantepao. Londa merupakan sebuah kuburan alam berupa gua-gua batu di kaki gunung.

Di dalam gua itulah diletakkan jenazah-jenazah dalam sebuah peti yang disebut erong atau duni. Erong adalah semacam peti mati yang tebuat dari kayu keras dan kuat. Bagian luar erong ditatah dengan ukiran yang indah. Di antara motif-motif ukiran yang terdapat pada erong terdapat motif yang tidak lagi dipakai pada ukiran rumah adat dan lumbung padi di Toraja misalnya ragam hias ular naga.

Sebelum memasuki gua-gua alam, sedikit di atas gua terdapat jajaran patung yang disebut tau-tau yang dibuat dari kayu nangka agar dapat bertahan lama. Tau-tau ini merupakan duplikat dari jenazah yang dimakamkan. Dengan menghitung berapa jumlah tau-tau yang ada, dapat diketahui berapa jenazah yang dimakamkan dalam liang.

Bila memasuki gua lebih dalam, dapat dilihat erong-erong yang diletakkan begitu saja. Untuk membedakan erong mana yang telah tua dapat dilihat dari warnanya. Erong yang berwarna hitam adalah erong yang diletakkan ketika mereka masih menganut animisme dan erong yang berwarna kecoklatan adalah erong yang diletakkan setelah masuknya agama Kristen. Jadi umurnya tidak setua erong yang berwarna hitam. Tapi ada erong yang telah hancur sehingga kerangka-kerangka manusia berserakan di dalam gua itu.

Palawa, perkampungan asli Toraja yang menawan
Objek wisata ini terletak 10km dari kota Rantepao, merupakan sebuah perkampungan asli masyarakat Toraja yang masih terpelihara baik. Deretan rumah-rumah khas Toraja yang disebut Tongkonan dan deretan lumbung padi yang disebut Alang dapat disaksikan di perkampungan ini.

Bentuk tongkonan sama dengan alang hanya saja tongkonan bentuknya lebih besar. Rumah tongkonan mempunyai bentuk yang khas. Atapnya berbentuk seperti perahu dan padabagian depan dan belakang terdapat tulak somba yang bebentuk seperti salib. Apabila dua tulak somba ini dipindahkan ke bubungan akan mengingatkan kita pada tiang topang yang digunakan dalam perahu.

Di tempat ini terdapat tongkonan yang atapnya telah ditumbuhi semacam paku-pakuan. Tumbuhan yang hidup di atap tersebut bukan merupakan tanaman pengganggu, sebaliknya atap tongkonan dapat bertahan lebih lama. Pada tongkonan ini ragam hias yang beupa lukisan khas Toraja banyak yang telah pudar karena tuanya tongkonan-tongkonan itu.

Menurut sejarahnya rumah Toraja berkembang dari bentuk yang paling sederhana dan hingga kini orang mengenal bentuk rumah adat keluarga yang cukup kompleks yaitu tongkonan,

Bentuk rumah pertama yang dikenal yaitu banua pandoko dena yang terbuat dari daun-daun an didirikan di atas pohon. Kemudian dikenal banua lentong apa yaitu rumah dengan empat tiang, atap dan dinding terbuat daun-daun dan rumput. Bentuk berikutnya adalah banua tamben yang didirikan di atas puncak-puncak gunung, potongan kayunya disusun berselang-seling sehingga membentuk kubus segi empat. Banua tamben adalah bentuk bangunan yang pertama dari penguasa-penguasa yang pertama kali menguasai Tana Toraja.

Kini dikenal rumah adat keluarga yang disebut Tongkonan. Bagian depan dan belakang dari bangunan ini menjulang yang dalam perkembangannya kemudian diberi ukiran lambang dari kehidupan Toraja. Tongkonan harus menghadap ke utara sedangkan pintu hanya ada di bagian depan saja. Hal ini sebenarnya erat hubungannya dengan kepercayaan akan adanya empat penjuru di bumi dan langit ini yang semuanya mempunyai fungsi dan peranan berbeda. Bagian utaralah yang dianggap sebagai bagian yang paling mulia.

Bagian muka ari tongkonan disebut tingo banua yaitu tempat mengadakan upacara. Bagian timur disebut matah banua, dianggap sebagai sumber kehidupan yang juga digunakan sebagai tempat melahirkan. Salah satu upacara dalam ritus kehidupan mengharuskan anak laki-laki turun dari bagian timur rumah ini. Bagian barat disebut matampu yakni tempat menyelenggarakan upacara kematian. Bagian belakang rumah disebut pollo banua ebagai tempat melepaskan najis dan kesusahan.

Tongkonan masih mengenal ukir-ukiran. Kiran ini merupakan simbol pengharapan agar penghuni rumah dapat hidup dengan baik.Ukiran yang menonjol yaitu pa’barre allo, diletakkan di depan dan bagian paling atas dari tongkonan, berbentuk lingkaran yang menggambarkan matahari sebagai lambang dari sumber hidup dan keyakinan. Ukiran lain adalah pa’manuk londong bebentuk ayam jantan, lambang aturan-aturan hukum. Hiasan ini diletakkan di atas pa’barre allo. Pa’tedong ialah ragam hias kepala kerbau , lambang kehidupan dan kemakmuran yang diletakkan di tempat memasang dinding. Pa’sussuk merupakan jalur-jalur lurus, lambang dari bagian masyarakat yamg demokratis, diletakkan di dinding-dinding bangunan.

Rumah tongkonan mempunyai fungsi sebagai lambang persatuan seluruh keluarga; bla ada perang mengancam dari luar maka seluruh anggota keluarga dalam tongkonan wajib untuk melawannya dengan senjata; mempunyai fungsi dalam arti yang sakral dalam upacara baik upacara rambu tuka maupun upacara rambu solo’.

Seperti telah diketahui atap rumah tongkonan yang asli terbuat dari bambu yang disusun-susun sedemikian rupa. Namun sejalan dengan arus modernisasi yang masuk ke daerah Toraja maka ada atap-atap tongkonan yang terbuat dari seng. Hal ini mungkin dimaksudkan untuk menghemat biaya yang nantinya akan dikeluarkan bila terbuat dari bambu. Ada pula bentuk rumah di mana bagian dasarnya terbuat dari tembok tetapi atapnya mengambil bentuk atap tongkonan.

Biasanya selain rumah tongkonan terdapat lumbung padi yang disebut alang. Umumnya tiang untuk mendirikan alang berjumlah empat atau enam buah yang terbuat dari pohon banga sejenis nibung.

Jalan-jalan ke Sa’dan
Di daerah Toraja, kain bukan sekedar penutup tubuh saja tetapi mempunyai fungsi tertentu misalnya untuk upacara kematian yang memrlukan kain-kain khusus. Kain itu disebut kain rongkong yang digantungkan di rumah-rumah khusus di mana para tamu duduk. Di samping untuk keperluan upacara, kain juga berfungsi secara ritual. Kain tertentu digunakan untuk menolak penyakit seperti kain yang disebut maa atau mawa atau mbosa di Toraja. Jadi dalam hal ini kain mempunyai ungsi simbolik.

Toraja terkenal dengan tenunannya yang memiliki ciri khas tersendiri. Pusat tenunan asli khas Toraja terdapat di Sa’dan. Di tempat ini kita bisa menyaksikan secara langsung proses pembuatan kain itu. Pembuatannya masih dilakukan dengan cara-cara tradisional. Untuk membuat tenunan ada yang bahannya terbuat dari benang kain. Tapi ada yang terbuat dari serat nenas namun sekarang sudah jarang ditemui karena untuk memperoleh serat nenas agak sukar.

Selain dapat melihat cara-cara menenun, di tempat ini juga terdapat bentuk kain yang dihasilkan seperti selendang, baju, sarung, dan lain-lain. Motifnya beraneka ragam demikian pla warnanya tetapi pada umumnya berwarna gelap seperti merah tua, biru tua, atau warna-warna lain yang gelap.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sehelai kain beragam tergantung dari motif atau hasil akhir bentuknya. Untuk membuat sehelai baju dibutuhkan kurang lebih satu minggu sedangkan untuk sehelai selendang yang panjangnya sekitar 120cm memerlukan waktu dua minggu. Bahkan ada proses yang pembuatannya membutuhkan waktu hampir satu blan. Kain ini bermotif tedong (kerbau), hewan yang tak dapat dipisahkan dari silus kehidupan masyarakat Toraja. *****


(Majalah Sahabat Pena no. 354, Maret 2001


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help